Rabu, 15 Juni 2011

Drama Domba-domba Revolusi Karya B. Soelarto


Sinopsis Drama Domba-domba Revolusi Karya B. Soelarto

Di Kota Tengah terjadi peperangan yang sangat mencekam. Peperangan itu untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja dideklarasikan oleh para pemimpin bangsa. Serdadu berjaga disetiap tikungan untuk menghalau musuh. Dalam kota itu terdapat losmen yang masih berdiri kokoh. Pemilik losmen itu adalah wanita yang sangat teguh dan pemberani. Ia harus rela menjadi pelayan dan juru masak untuk ketiga tamunya yaitu pedangan, pemimpin yang juga seorang politikus yang sangat penting kedudukannya dalam Negara yang tak biasa ia lakukan, juga ada seorang petualang yang mata pencacahariannya adalah sebagai tukang obat, selain ketiga tamu itu terdapat juga seorang tamu yang sangat diperhatikan oleh wanita itu. Ia adalah seniman yang senantiasa memantau keadaan untuk keselamat semua orang di losmen itu.
Seperti biasa seniman datang ke losmen itu memberitahukan kabar dan konsidi di Kota Tengah. Dengan tangan terbuka dan cemas serta senyuman di pipi, sang wanita itu menyambut sang seniman. Kemudian sang wanita mengeluhkan kepada sang seniman tentang tamu-tamunya yang menginap karena adanya surat-surat dari sang penguasa dan mau tak mau wanita itu harus mematuhinya. Wanita itu kesal dan jengkel melihat tingkah laku ketiga tamunya. Dan sang seniman lalu menasehati wanita untuk selalu bersabar dalam menghadapi semuanya dengan ikhlas. setelah mendengar suara sang seniman maka muncullah sang pedangang dan petualang, mereka mencari sang seniman tetapi sang seniman baru saja meninggalkan losmen itu. Karena penasaran keduanya lalu menanyakan kepada wanita pemilik losmen. Tetapi pemlik losmen sinis kepada mereka sebab cara bertanya mereka sangat kasar, maka marahlah pedangan karena dianggap dilecehkan oleh wanita tetapi hal itu masih dapat ditengahi oleh sang petualang sehingga wanita pun pergi dan tidak menghiraukan keduanya lagi. Tak lama kemudian pedangan dan petualang saling bertukar pikiran dan akhirnya berujung pada kesepakatan bahwa sang pedangang tidak mau lagi mengikuti sang pemimpin yaitu sang politikus untuk diantarkan ke perbatasan dalam mengambil pembayaran berkat jasa-jasanya kepada Negara. Sang politikus sangat geram mendengar hal itu dan akhirnya membiarkan saja jika pedangang itu mau pulang kekediamannya di Utara tapi sang politikus juga termakan omongan sang petualang untuk menyelamatkan diri sendiri saja ketimbang mati konyol untuk Negara dan akhirnya terjadi kesepakatan bersama untuk kembali ke daerah utara dan tidak berniat lagi untuk melanjutkan perjalan mereka ke perbatasan daerah selatan.
Muncullah sang seniman untuk mengabarkan bahwa kota tengah sudah dikuasai oleh musuh dan berniat untuk mengajak pedangan, petualang dan politikus berjuang membela diri dan Negara. Sang seniman berniat membagikan granat tangan yang didapatnya dari kapten yang menjaga perbatasan pada setaipa orang termasuk wanita tetapi hal itu ditentang oleh ketiga sebab mereka lebih memilih menyerah daripada ikut berjuang dan mati konyol berbeda dengan ketiganya sang wanita tetap menolak untuk pindah dari losmen apapun kejadiannnya. Kemudian pedangan, pemimpin dan petualang dengan sangat tergesa-gesa pergi meningkalkan losmen, saking paniknya mereka lupa membayar jasa penginapan. Wanita tak mempersoalkan hal itu, wanita sangat bersyukur ketiga tamu yang sangat ia benci itu telah pergi. Sang seniman membujuk wanita itu untuk pergi akan tetapi wanita masih tetap pada pendirian untuk tidak meninggalkan losmen selangkah pun karena losmen itu tersimpan kenangan yang sangat banyak dalam kehidupan sang wanita itu. di umur yang masih muda ia pernah dipaksa menikah dengan duda beranak satu yang sangat jauh perbedaan usianya akan tetapi ia menolak dan lari pada pacar dambaan hatinya, nasib malang ketika mendengar bahwa wanita itu mau menikah, yang kemudian sang pacar akhirnya bunuh diri. Dengan bersamaan juga sang duda melepaskan wanita untuk tidak dinikahinya. Dan akhirnya wanita itu menutup diri pada semua lelaki, tanpa terkecuali oleh sang seniman yang selalu merayunya dengan bahasa puisi-puisi yang membuat sang wanita pemilik losmen malayang. Akan tetapi karena dibujuk dan dipaksa terus oleh sang seniman maka sang wanita marah dan mengusir sang seniman dari losmen yang sudah beberapa bulan menginap di losmen itu. pergilah sang seniman rasa kecewa serta menderita bahwa cintanya tak terbalas oleh wanita itu.
Setelah kepergian sang seniman muncullah sang petualang. Sang petualang membawa kabar suka dan duka kepada sang wanita. Kabar dukanya bahwa kedua orang yang sering menjengkelkan sang wanita yaitu pedagang dan pemimpin sudah meninggal karena dibunuh. Kabar sukanya ialah bahwa sang wanita telah aman sebab ia telah dimintakan perlindingun oleh petualang kepada serdadu musuh yang telah mengusai kota tengah. Akan tetapi sang petualang hanya memanfaatkan sang wanita. Sang petualang berniat untuk untuk menjual wanita itu sebagai syarat kebebasannya kepada serdadu musuh yang berniat memperkosanya. Pada akhirnya sang wanita membunuh sang petualang dan serdadu musuh itu dalam kamarnya. Lalu berdoa dan berharap supaya ia tidak dijadikan sebagai pahlawan karena telah membunuh sang penghianat Negara serta serdadu musuh juga berdoa untuk keselamat semua domba-domba revolusi yang tebunuh.
Diakhir cerita pintu losmen digedor sangat kuat dan dengan langkah yang yakin, sang wanita membuka pintu dan didapatilah seseorang dengan luka tikam dan menjerit kesakita yang disusul rentetan tembakan dan bom-bom dimana-mana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar