Rabu, 08 Juni 2011

logika


1.      Apakah logika itu ? 
Jawab :
            Perkataan logika diturunkan dari kata sifat logike, bahasa Yunani, yang berhubungan dengan kata benda logos, berarti pikiran atau perkataan sebagai pernyataan dari pikiran. Jadi logika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara berpikir manusia yang menyebabkan pikiran dapat mencapai kebenaran.

2.      Apa gunanya dan manfaatnya dipelajari !
Jawab :
            Manfaat mempelajari logika yaitu :
1.      Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis dan koheren
2.      Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat dan objektif
3.      Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri
4.      Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kekeliruan serta kesesatan.

3.      Bagaimanakah hubungan antar logika dengan psikologi dan logika dengan bahasa !
Jawab :
                        Hubungan logika dengan psikologi
            Dalam psikologi membicarakan perkembangan pikiran tentang pengalaman melalui proses subjektif di dalam jiwa. Dengan demikian, psikologi imemberikan keterangan mengenai sejarah perkembangan berpikir. Logika sebagai cabang filsafat bertujuan membimbing akal untuk berpikir (bagaimana seharusnya).
                        Hubungan logika dengan bahasa
            Bahasa adalah alat untuk menyampaikan isi hati atau pikiran seseorang sehingga dengan bahasa orang lain dapat mengerti  tentang isi hati atau pikiran yang disampaikan, misalnya melalui bahasa isyarat, tertulis atau lisan. Ilmu bahasa menyajikan kaidah penyusunan bahasa yang baik dan benar, dan logika menyajikan tata cara dan kaidah berpikir secara lurus dan benar. oleh karena itu, kedunya saling mengisi. Bahasa yang baik dan benar dalam praktik kehidupan sehari-hari hanya dapat tercipta apabila ada kebiasaan atau kemampuan dasar setiap orang untuk berpikir logis.

4.      Sebutkan tiga pokok persoalan logika dan jelaskan persoalannya !
Jawab :
-       Pasal pengertian : gambarannya dari barang dan gerakan barang yang dapat dilihat oleh akal kita, “penglihatan” dari akal kita itu adalah hasil dari pengamatan pancaindera kita.
-       Pasal putusan : suatu kegiatan rohani baik mneyuguhkan atau mujabah ataupun mengingkari atau salibah.
-       Pasal pemikiran : kegiatan akal manusia agar dari suatu pengertian benar yang telah dimiliki dapat mencapai suatu pengertian benar yang lain.
           
5.      Sebutkan macam-macam logika dan jelaskan masing-masing !
Jawab :
1.      Logika Makna Luas dan Logika Makna Sempit
Dalam arti sempit, istilah dimaksud dipakai searti dengan logika deduktif atau logika formal, sedangkan dalam arti yang lebih luas, pemakaiannya mencakup kesimpulan dari pelbagai bukti dan bagaimana sistem-sistem penjelasan disusun dalam ilmu alam serta meliputi pula pembahasan mengenai logika itu sendiri.
2.      Logika Deduktif dan Logika Induktif
Logika deduktif adalah ragam logika yang mempelajari asas-asas penalaran yang bersifat deduktif, yakni suatu penalaran yang menurunkan kesimpulan sebagai keharusan dari pangkal pikirnya sehingga bersifat betul menurut bentuknya saja. Sedangkan logika induktif adalah suatu ragam logika yang mempelajari asas penalaran yang betul dari sejumlah sesuatu yang khusus sampai pada suatu kesimpulan umum yang bersifat boleh jadi.
3.      Logika Formal dan Logika Material
Logika formal mempelajari asas, aturan atau hukum-hukum berpikir yang harus ditaati agar orang dapat berpikir dengan benar dan dan mencapai kebenaran. Sedangkan logika material mempelajari langsung pekerjaan akal, serta menilai hasl-hasil logika formal dan mengujinya dengan kenyataan praktis yang sesungguhnya. Logka material juga mempelajari sumber-sumber dan asalnya pengetahuan, alat-alat pengetahuan, proses terjadinya pengetahuan dan akhirnya merumuskan metode ilmu pengetahuan itu.

4.      Logika Murni dan Logika Terapan
Logika murni merupakan suatu pengetahuan mengenai asas dan aturan logika yang berlaku umu pada semua segi dan bagian dari pernyataan tanpa mempersoalkan arti khusus dalam sesuatu cabang ilmu dari istilah yang dipakai dalam pernyataan dimaksud. Sedangkan logika terapan adalah pengetahuan logika yang diterapkan dalam setiap cabang ilmu, bidang filsafat dan juga dalam pembicaraan yang mempergunakan bahasa sehari-hari.
5.      Logika Filsafati dan Logika Matematik
Logika filsafati dapat digolongkan sebagai suatu ragam atau bagian logika yang masih berhubungan erat dengan pembahasan dalam bidang filsafat, misalnya logika kewajiban dengan etika atau logika arti dengan metafisika. Adapun logika matematik merupakan suatu ragam logika yang menelaah penalaran yang benar dengan menggunakan metode matematik serta bentuk lambang yang khusus dan cermat untuk menghindarkan makna ganda atau kekerabatan yang terdapat dalan bahasa biasa.


6.      Apakah pengertian atau konsep itu ?
Jawab :
            Pengerian di sini yang kita maksud ialah gambarannya dari barang dan gerakan barang yang dapat dilihat oleh akal kita, “penglihatan” dari akal kita itu adalah hasil dari pengamatan pancaindera kita. Misalnya kita melihat sesuatu, meraba sesuatu atau mendengar suatu bunyi atau perkataan, hasil dari pengamatan pancaindera itu dikirim kepada akal kita lalu akal kita mengesankan suatu pengertian (konsepsi).
            Konsepsi atau konsep menurut asal katanya berarti tangkapan. Akal kita yakni bagian terpenting dari jiwa kita menangkap apa-apa yang terjadi lalu memggambarkan suatu pengertian tentang tangkapan itu. Pengertian (konsep) itu tidak boleh disamakan dengan khayalan atau fantasi. Jika kita melihat sesuatu benda misalnya kerbau, maka akan timbul khayalan dala jiwa kita, walaupun mata kita ditutup kita masih dapat melihat gambaran kerbau itu. Akan tetapi bukan fantasi ini yang dimaksud konsep ata pengertian itu.

7.      Bagaimana proses terjadinya pengertian ?
Jawab :
            Proses terjadinya pengertian seperti gambaran yang dihasilkan oleh akal pikiran kita, misalnya kerbau itu bukanlah hanya berupa gambaran khayalan saja tetapi berupa pengertian tentang hewan kerbau yang berbadan besar, memamahbiak, dapat berusaha dan membajak, suatu hewan yang hidup yang dapat menolong kehidupan kita. Dalam pengertian kerbau itu berharga dan dapat kita bicarakan dalam tawar-menawar perdagangan. Jado seolah-olah pengertian tentang kerbau itu berupa perkataan-perkataan tertulis dalam akal kita.

8.      Tuliskan klasifikasi pengertian !
Jawab :
1.      Kolektif dan Disrtibutif
Kolektif maksudnya pengertian yang isinya mencakup barang-barang atau orang-orang secara koleksi atau gerombolan misalnya batalyon, brigade, kodi, lusin dan sebagainya. Sedangkan Distributif maksudnya pengertian yang terpisah-pisah menunjuk barang-barang itu sebagai sendiri-sendiri, atau satu-persatu bukan sebagai bergelombolan misalnya orang, kuda dan prajurit.
2.      Kongkrit dan Abstrak
Pengertian yang kongkrit ialah pengertian yang memamerkan kenyataan (realitas) sebagai pokok subjek yang berdiri sendiri, misalnya kita katakana : “Ini kuda putih”. Pengertian kuda putih itu memumjuk kenyataan kuda dengan sifat putih. Sedangkan pengertian yang abstrak ialah pengertian yang memperlihatkan sifat tanpa memperlihatkan subjeknya, misalnya : secara kongkrit kita berkata “ia amat pandai”, tetapi secara abstrak kita mengatakan: “Kepandaianya amat sangat”.
3.      Menyindir (connotative) dan terus-terang (non-connotative)
Yang dimaksud dengan pengertian menyindir ialah menyatakan sesuatu dengan secara tidak langsung dan terus-terang. Misalnya di satu majelis kita menerangkan sesuatu kepada khayalak ramai. Kelihatan beberapa orang di antaranya masih belum mengerti akan uraian itu. Secara terus-terang kita dapat mengatakan : “Agaknya anda belum mengerti uraian saya”. Kata-kata agak kasar karena terus-terangnya, lebih baik diucapkan secara menyindir, misalnya : “agaknya uraian saya masih kabur bagi anda”.

9.      Sebutkan 10 kategori pengertian menurut Aristoteles dan kategori apa yang sesuai !
Jawab :
1.      Substansi, yaitu sesuatu hal yang terlepas dari hal-hal lainnya. Missal kursi, meja, rumah dan Negara.
2.      Kuantitas, yaitu suatu sifat yang menunjuk pada pengertian luas dan jumlah atau menunjuk pada banyak sedikitnya substansi.
3.      Kualitas, yaitu suatu sifat yang menunjuk pada pengertian atribut substansi.
4.      Relasi, yaitu hubungan antara sesuatu hal dengan yang lain, dan terjadinya hubungan itu karena ada sifat yang menghubungkannya.
5.      Aksi, yaitu suatu tindakan dan dengan tindakan tersebut dapat memengaruhi yang lain.
6.      Passi, yaitu sesuatu ditindak oleh yang lain atau dipengaruhi yang lain.
7.      Ruang/Tempat, yaitu yang menyertai perwujudan di mana sesuatu itu ada.
8.      Waktu, yaitu sesuatu yang menyatakan waktu tertentu.
9.      Sikap, yaitu suatu keadaan tertenru.
10.  Keadaan, yaitu term sesuatu tertentu.


10.  Apakah definisi itu ?
Jawab :
            Definisi berasal dari kata Latin definire yang berarti menandai batas-batas pada sesuatu, menentukan batas, member ketentuan atau batasan arti. Jadi, definisi dapat diartikan penjelasan apa yang dimaksudka dengan sesuatu term atau dengan kata lain definisi adalah sebuah pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu term.

11.  Sebutkan macam-macam definisi dan contohnya !
Jawab :
            Definisi normalis menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yang lebih umum dimengerti. Definisi nomalis ada 6 macam, yaitu:
1.        Definisi sinonim, yakni penjelasan dengan memberikan persamaan kata atau memberikan penjelasan dengan kata yang lebih dimengerti. Misalnya, dampak adalah pengaruh yang membawa akibat, kendala adalah halangan, nirwana adalah surga, dan sebagainya.
2.       Definisi simbolis, yakni penjelasan dengan memberikan persamaan pernyataan berbentuk simbol-simbol, misalnya; A c B ↔ A x (X € A → X € B)
3.       Definisi etimotlogis, yakni penjelasan dengan memberikan asal usul kata. Misalanya, “demokrasi” dari asal kata “demos” berarti rakyat, “kratos/kratein” berarti kekuasaan. Jadi, demokrasi berarti pemerintahan rakyat atau rakyat yang berkuasa
4.       Definisi semantis, yakni penjelasan tenda dengan suatu arti yang telah terkenal misalnya:
Tanda     → berarti : jika... maka...
               ↔berarti : Bila dan hanya bila
5.       Definisi stipulatif, yakni penjelasan dengan cara pemberian nama atas dasar kesepakatan bersama. Misalnya, planet tertentu disebut mars.
6.        Definisi Denotatif, yakni penjelasan term dengan cara menunjukkan atau memberikan contoh suatu benda atau hal yang termasuk dalam cakupam term.


12.  Apa syarat-syarat definisi ?
Jawab :
1.      Sebuah definisi (definisiens) harus menyataakan ciri-ciri hakiki dari apa yang didefinisikan, yakni menunjukkan pengertian umum yang meliputinya beserta ciri pembedanya yang penting.
2.      Sebuah definisi (definisiens) harus merupaka suatu kesetaraan arti dengan hal yang didefinisikan, maksudnya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.
3.      Sebuah definisi (definisiens) harus menghindarkan pernyataan yang memuat term yang didefinisikan, artinya definisi tidak boleh berputar-putar memuat secara langsung atau tidak langsung subjek yang didefinisikan.
4.      Sebuah definisi harus dinyatakan secara singkat dan jelas terkepas dari rumusan yang kabur atau bahasa kiasan, karena maksud membuat definisi adalah memberi penjelasan serta menghilangkan makna ganda.
13.  Apakah analogi itu dan sebutkan macam-macam dengan contohnya !
Jawab :
            Analogi secara logat artinya persesuaian. Berkenaan dengan soal pengertian maka yang dimaksud ialah persesuaian dari dua macam pengertian yang pada satu segi sama sedang pasa segi lainnya tidak sama pengertiannya. Analogi itu ada tiga macam :
1.      Analogi pinjaman, dinamakan pengertian itu sebagai analuogi pinjaman. Jika dalam hal itu pengertian di satu pihak sebagai akibat tetapi dipihak lain dipakai sebagai sebab. Misalnya : Makanan itu sehat. Hasan itu sehat.
2.      Analogi metaphora,dinamakan pengertian itu sebagai analogi metaphora jika sifat sebutan yang diberikan pada pokok kalimat itu merupakan kata-kata yang pada lahirnya tidak mungkin terjadi sama sekali. Misalnya : Rumah itu melambai saja.
3.      Analogi struktural, dinamakan suatu pengertian itu analogi struktural jika pengertian itu dengan pengertian-pengertian lain persamaan dan perbedaannya terletak pada strukturnya. Misalnya : Manusia ada, hewan ada, buku ada, Tuhan ada, malaikat ada.

14.  Apa yang dimaksud putusan proposisi dan tuliskan macam-macam preposisi kategori !
Jawab :
-            Proposional Universal Afirmatif, yakni proposisi yang kuantitasnya universal dan kualitasnya afirmatif.
-          Proposisi Universal Negatif, yakni proposisi yang kuantitasnya universal dan kualitasnya negatif.
-          Proposisi Partikular Afirmatif, yakni proposisi yang kuantitasnya partikular dan kualitasnya afirmatif.
-          Proposisi Partikular Negatif, yakni proposisi yang kuantitasnya partikular dan kualitasnya Negatif.
           
15.  Sebutkan macam-macam pertentangan dalam putusan dengan contohnya !
Jawab :
1.      Kontradiktoris (contraction)
Perbedaan seluruhnya dalam kuantitas dan kualitas itu dinamakan pertentangan kontradiktoris.misalnya :
A.Semua pelajar PHIN lulus
O. Sebagian pelajar PHIN tidak lulus
E. Semua pelajar PHIN tidak lulus
I. Sebagian pelajar PHIN lulus
2.   Kontrair atau kontraris
Dinamakan pertentangan kontrair apabila suatu kalimat memungkiri kalimat yang lain dengan menambah pernyataan positif dictum kebalikannya. misalnya :
A. Semua pelajar PHIN lulus
E. Semua pelajar PHIN tidak lulus (tidak ada pelajar PHIN)
3.   Subkontrair atau subkontraris
Dinamakan pertentangan itu subkontrair apabila suatu kalimat memungkiri kalimat yang lain dengan menambah pernyataan positif diktim kebalikannya.  misalnya :
I. Sebagian pelajar PHIN lulus
O. Sebagian pelajar PHIN tidak lulus
4.      Subalternasi (subalternation)
Dinamakan pertentangan ini apabila kedua kalimat berlainan dengan kuantitasnya saja.
Misalnya :
A.    Semua  pelajar  PHIN  lulus
O.   Sebagian pelajar PHIN lulus
E.   Semua pelajar PHIN tidak lulus
   I.  sebagian pelajar PHIN tidak lulus    

16.  Tuliskan tanda-tanda perbedaan preposisi kuantitatif dan kualitatif dan berikan contohnya !
Jawab :
a.       universal Afirmatis (dengan kode A)
                        Contoh : Semua pelajar PHIN rajin
b.      particular Afirmatof (dengan kode I)
Contoh : Beberapa pelajar PHIN rajin
c.       universal negatif (dengan kode E)
Contoh : Semua pelajar PHIN tidak rajin
d.      Partikuler negatif (dengan kode O)
e.       Contoh : Beberapa pelajar PHIN tidak rajin

17.  Tuliskan hukum-hukum pertentangan dalam putusan !
Jawab :
1.      Kontradiktoris :
a.       Jika yang satu benar, maka yang lain harus salah,
b.      Tak mumgkin kedua-duanya salah,
c.       Juga tak mungkin kedua-duanya benar.
2.      Kontrair :
a.       Jika yang satu benar, maka yang lain harus salah,
b.      Tetapi jika yang satu salah, maka yang lain mungkin salah mungkin benar,
c.       Jadi di sini ada kemungkinan sama-sama salah.
3.      Subkontrair :
a.       Jika yang satu salah, maka yang lain tentu benar,
b.      Tidak mungkin kedua-duanya salah,
c.       Jika yang satu benar, maka yang lain mungkin salah mungkin benar,
d.      Jadi di sini ada kemungkinan sama-sama benar.
4.      Subalternasi :
a.       Mungkin kedua-duanya salah,
b.      Mungkin kedua-duanya benar,
c.       Mungkin juga yang satu benar dan yang lain salah,
d.      Jadi di sini tidak ada keharusan salah atau benar.

18.  Apa yang dimaksud penalaran ?
Jawab :
            Penalaran adalah suatu proses penarikan kesimpulan dari satu atau lebih proposisi.
19.  Sebutkan asas-asas pemikiran dan prinsip-prinsip pemikiran dan apa maksudnya !
Jawab :
            Ada 4 asas pemikiran :
1.      Asas Persamaan
2.      Asas Pertentangan
3.      Asas menolak kemungkinan ketiga
4.      Asas yang mencukupkan

20.  Apakah penyimpulan langsung itu dan jelaskan dengan contohnya !
Jawab :
            Penyimpulan langsung adalah suatu bentuk penarikan kesimpulan berupa hubungan dua pernyataan atas dasar pengolahan term-term yang sama.
            Contohnya :
                        Jika pernyataan semua pejabat tidak korupsi ‘dinyatakan salah’, maka kontradiksinya ‘sebagian pejabat korupsi’ dinyatakan besar.

21.  Tuliskan macam-macam penalaran langsung dengan contohnya !
Jawab :
1.      Penalaran Oposisi adalah sebuah kegiatan menyimpulkan secara langsung dengan membandingkan antara proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dalam term yang sama, tetapi bisa berbeda kuantitas ataupun kualitasnya untuk menentukan kesahihan sebuah preposisi.
Contohnya :
      Jika diketahui bahwa ‘semua mahasiswa masuk kelas’ dinyatakan benar, maka kontradiksinya adalah ‘sebagian mahasiswa tidak masuk kelas’ berarti salah.
2.      Penalaran Eduksi adalah bentuk penalaran langsung dari suatu proposisi ke proposisi lain dengan pengolahan term yang sama.
Contohnya :
      Salah satu contohnya dari Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen “semua siku-siku adalah sudutnya 90 derajat”.
3.      Kontraposisi adalah jenis penyimpulan langsung dengan cara menukar kedudukan subjek dan predikat serta menegasikannya.
Contohnya :
      Semua sudut siku-siku adalah 90 derajat, berarti semua yang bukan 90 derajat adalah bukan siku-siku. Simbol diagramnya adalah (S=P) => (-P = -S)

22.  Apa yang dimaksud penyimpulan deduktif dan induktif ?
Jawab :
            Penyimpulan deduktif adalah suatu bentuk penalaran yang menyimpulkan suatu proposisi umumdari sejumlah proposisi khusus, maka deduksi adalah mengambil kesimpulan yang hakikatnya sudah tercakup di dalam suatu proposisi atau lebih. Sedangkan induktif adalah proses peningkatan dari hal-hal yang bersifat individual kepada yang bersifat universal.

23.  Apakah silogisme itu dan sebutkan syarat-syaratnya !
Jawab :
            Silogisme adalah suatu pengambilan kesimsan ypulan di mana kita menarik dari dua macam keputusan yang mengandung unsur bersamaan dan salah satunya harus universal, suatu keputusan ketiga yang kebenarannya sama dengan kebenaran yang ada pada kedua keputusan yang terdahulu itu.
            Syarat-syarat silogisme, yaitu :
1.      Suatu silogisme harus hanya mempunyai tiga term saja
2.      Suatu silogisme harus hanya terdiri dari tiga kalimat keputusan
3.      Term-term yang menjadi medium pada premis mayor dan premis minor salah satunya haruslah distributed. *)
4.      Term yang distributed dalam konklusi haruslah distributed pula dalam premis yang terdahulu negatif.
5.      Salah satu dari premis harus afirmatif.
6.      Bila terdapat salah satu premis itu negatif, maka haruslah konklusi (natijah) juga negatif.
7.      Kedua premis tidak boleh partikuler semua atau negatif semua.
8.      Bila salah satu premis partikuler maka konklusi (natijah) haruslah partikuler pula.
9.      Bila premisme mayor partikuler dan premis minor negatif tidaklah dapat diambil suatu konklusi (natijah) daripadanya.


24.  Tuliskan 4 macam-macam bentuk silogisme dan penalarannya !
Jawab :
I.                   Ciri dari bentuk pertama ialah medium menjadi subjek pada premis mayor dan menjadi predikat dalam premis minor.
Contohnya :
M  a  P      semua pelajar PHIN ber-ID;
S   i   M     Husin adalah pelajar PHIN.
S   i   P      Husin ber-ID
II.                 Ciri dari bentuk kedua ialah medium menjadi predikat pada premis mayor dan premis minor.
Contohnya :
P   a   M     Semua burung mempunyai sayap.
S   e   M     Semua kambing tidak mempunyai sayap.
S   e   P      Semua kambing bukan burung.
III.               Ciri dari bentuk ketiga ialah madum menjadi subjek pada premis mayor dan premis minor.
Contohnya :
M   a   P     Semua pelajar Muallimat berkerudung.
M   I   S     Sebagian pelajar Muallimat sudak menikah.
S    i    P     Sebagian dari orang yang sudah kawin berkerudung.
IV.             Ciri dari bentuk keempat ialah medium menjadi predikat pada premis mayor dan menjadi subjek pada premis minor.
Contohnya :
P    a   M     Semua ABRI beruniform.
M   a   S      Semua yang beruniform gagah.
S    i    P      sebagian dari yang gagah adalah ABRI.

25.  Buatlah contoh silogisme yang salah dengan nama daris, ferio cesare darapti, fesapo!
Jawab :
·         Silogisme sahih dengan susunan A-I-I nama darii
 contoh: Semua guru mengajar. Adi adalah guru. Jadi,Adi mengajar.
·         Silogisme sahih susunan E-I-E Ferio
contoh : Semua masyarakat bukan binatang. sebagian  masyarakat adalah mahasiswa.jadi, sebagian yang bukan binatang  adalah mahasiswa.
·         Silogisme sahih susunan E-A-E Cesare
contoh : Semua kera tidak dapat menggonggong. Semua anjing dapat  menggonggong. Jadi, semua anjing bukan kera.
·         Silogisme sahih susunan A-A-I Darapti
contoh : semua manusia berakal budi. Semua manusia adalah mahluk. Jadi, sebagian makhluk adalah berakal budi.
·         Silogisme sahih susunan E-A-O  Fesapo
contoh : Semua binatang bukan manusia. semua manusia  adalah makhluk . . Jadi, ada makhluk yang bukan binatang
           
26.  Sebutkan macam-macam silogisme yang tidak beraturan dan artinya masing-masing !
Jawab :
1.      Entimema adalah suatu bentuk silogisme yang hanya menyebutkan premis atau kesimpulan saja atau keduanya tetapi ada satu premis yang tidak dinyatakan.
2.      Epikheirema adalah suatu bentuk silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai dengan alasan. Premis yang disertai dengan alasan itu sebenarnya merupakan kesimpulan dari silogisme tersendiri.
3.      Sorites adalah suatu bentuk silogisme yang premisnya berkait-kaitan lebih dari dua proposisi, sehingga kesimpulannya berbentuk hubungan antara salah satu term proposisi pertama dengan salah satu term proposisi terakhir yang keduanya bukan term pembanding.
4.      Polisilogisme adalah suatu bentuk penyimpulan berupa perkaitan silogisme, sehingga kesimpulan silogisme sebelumnya selalu menjadi premis pada silogisme berikutnya.

27.  Apa yang dimaksud sesat pikir dan sebutkan macam-macam sesat pikir baik saat pikir formal maupun dan contohnya !
Jawab :
            Sesat pikir adalah proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah dan menyesatkan suatu gejala berpikir yang salah disebabkan oleh pemaksaan prinsip-prinsip logika tanpa memerhatikan relevansinya.
            Macam-macam sesat pikir :
1.      Kesesatan formal terjadi karena pelanggaran terhadap kaidah-kaidah logika. Salah satu kesesatan formal adalah kesesatan silogiatis, yakni kesesatan yang terjadi karena penalarannya tidak mengindahkan kaidah-kaidah dalam silogisme.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar